KEKERASAN DI ATAS KEKERASAN (renungan buat semua)
Beberapa waktu tu terakhir kita menyaksikan berbagai bentuk konflik horizontal. Mulai dari persoalan politik, ekonomi, agama hingga persoalan rumah tangga. Entahlah, kenapa semua ini mesti terjadi, sementara sebahagian orang larut dalam kenikmatan hidup, sebahagian lainnya harus berjuang melawan hidup itu sendiri. tulisan ini hanyalah sebahagian dari keluh kesah seorang anak muda yang ingin agar indonesia kembali utuh tanpa konflik. Harus di akui, para pelaku itu adalah pemuda, haruskan pemuda Indonesia ini menghianati Sumpah-nya beberapa tahun yang lalu? atau Sumpah itu sudah kadalwarsa seiring arus Reformasi? atau mungkin sumpah itu telah di amandemen oleh kepentingan sekelompok orang?, atua sumpah itu telah habis di makan usia, hilang lenyap di makan persoalan hidup?, atau?…..mohon jawabannya…















oka pranawa berkata,
Oktober 28, 2008 pada 5:20 am
Kekerasan sepanjang sejarah tidak pernah berhenti, kekerasan itu sama dengan siluman, dimana saja dan kapan saja dia hadir disekeliling kita. Sepertinya kekuasaan sang waktu tidak mampu melunturkan eksistensinya karena penjelmaannya itu. Bumi ini memang tempat keburukan dan kebaikan berpadu, hidup tentram dan sejahtera tidak bisa bulat keseluruhan di belahan bumi ini, kebahagiaan absolut bukanlah disini atau keangkaramurkaan absolut juga bukan disini (surga? dan neraka?).
Sederhana saja jawaban untuk persoalan kekerasan, bagaimana rasanya kamu kalau kamu yang pernah memukul juga diperlakukan sama, teorinya sederhana “andai dia saya”
Qolbi Khoiri berkata,
November 13, 2008 pada 5:00 am
thanks buat komentarnya, menarik juga dengan teori sederhana nya…